Makna Hidup Dari Pria Anti Sosial, Ove

 



Judul            : A Man Called Ove
Penulis          :  Fredrik Backman
Penerjemah   : Ingrid Nimpoeno
Terbit           : Cetakan pertama, Januari 2016
Jumlah halaman : 448
ISBN           : 9786023850235
Penerbit        : Noura Books (PT Mizan Publika)


Buku ini menceritakan tentang seorang pria paruh baya bernama Ove yang berjiwa temperamental. Dia seorang pria tua yang sangat memegang teguh prinsip dan berpegang teguh pada kebenaran. Ia juga kaku dan tak suka pada orang yang melanggar peraturan.

Ove bukanlah pria yang romantis seperti yang diharapkan pada wanita umumnya, baginya tindakan jauh lebih berarti daripada sekedar kata-kata. Namun, ketika istrinya yang bernama Sonja meninggal, Ove tak lagi "hidup", hanya Sonja lah yang mebuat hidupnya lebih berwarna. Yang dia inginkan hanyalah "menyusul" Sonja. Ove pun menarik diri dari lingkungannya dan berusaha tak peduli dengan tetangga-tetangganya.

Untuk menyusul perempuan yang disayanginya, ia melakukan segala upaya bunuh diri tetapi selalu gagal. Dan ini membuat Ove menjadi semakin menarik diri. Namun, kehadiran tetangga barunya, dapat mengubah kehidupan Ove. Awalnya Ove memang tak peduli dengan kehadiran tetangga barunya itu, tapi secara perlahan Ove pun melunak. Memang dari penampilan Ove sangatlah anti sosial, tetapi jauh di lubuk hatinya, ternyata Ove juga memiliki rasa perhatian dan sayang. Ia juga tidak tegaan, bahkan walau ia membenci sahabatnya yang musuhnya, namun ketika dia akan dibawa ke panti jompo, Ove lah orang pertama yang menentang dan ia juga sempat menyelamatkan orang yang terjatuh ke peron kereta.

Mungkin banyak kita temui dalam film ataupun drama dengan tokoh atau karakter yang keras, berpegang teguh pada prinsip. Namun pada prinsip ataupun karakternya yang cenderung keras dan idealis, tapi pada akhirnya akan luluh atau lunak juga. Seperti pada film Up, seorang tokoh Ryan Bingham, pria yang menjunjung tinggi prinsip kebebasan dan kemerdekaan dalam diri manusia. Ia percaya seseorang akan jauh dari masalah jika mampu membebaskan diri keterikatan pada orang lain, hubungan percintaan, serta harta benda.

Dari pekerjaannya yang mengaharuskannya bersikap dingin,  ia pun makin terbiasa denfan sikap itu pada orang-orang di sekitarnya. Tapi pada akhirnya ia juga akan luluh akan prinsipnya, Ryan akan mendapat pandangan baru soal kehidupan dan cinta.

Dengan penulisan yang menggunakan sudut pandang orang ketiga, lalu alur yang maju mundur, membuat pembaca sejenak diajak untuk mengetahui kehidupan masa muda Ove dan juga kesehariannya. Sebenarnya pembaca akan menemukan banyak humor dalam buku ini, tentunya yang membuatmu tersenyum atau mungkin tertawa.

For your information, buku ini juga dikemas dalam bentuk film juga. Tak jauh berbeda dengan kisah dalam versi bukunya. Penikmat baik pembaca ataupun penonton, sama-sama menemukan keharuan di dalamnya. Tentang bagaimana kerasnya kehidupan. Terlebih saat Ove ditinggal oleh ibu nya meninggal, dan disusul ayahnya tak lama kemudian juga meninggal. Membuat pembaca akan bersimpati padanya.

Dari hal tersebut, Backman berhasil mengemas cerita kehidupan Ove dengan luar biasa, sehingga pembaca sendiri tidak sabar untuk membalik halaman demi halaman dengan tersenyum hingga kemudian Backman “menamparmu” dengan penuh keharuan, begitulah cerita ini ditulis, mungkin kamu akan terhanyut di dalamnya.

Banyak pesan yang bisa kita ambil dari kisah Ove. Banyak hal yang membuat pembaca tercenung dan ingin lebih mendalami karakter Ove. Melalui prinsip dan idealismenya tidak mengizinkan dia terpuruk lama, dia menghadapi semuanya dengan keteguhan khasnya.

Di alurnya yang maju mundur, sedikit membuat pembaca agak kebingunan dan mungkindari situ sisis kelemahan. Namun, kelebihan dari buku ini selain dari sisi ceritanya yang membuat baper, penulis menyajikan kutipan satu thread, yang membuat pembaca memiliki persepsi yang berbeda terhadap orang-orang yang berkepribadian kurang menyenangkan di dunia nyata.

Dan lagi, saya kembali mengulang di sini, bahwa penulis mengajarkan pada pembaca bagaimana membuat atau mengemas sebuah karakter yang kurang menyenangkan. Buku ini sangat cocok dibaca semua kalangan, setidaknya setelah membaca buku ini bisa membuat orang-orang pada akhirnya simpati dan menemukan karaktermu sebagai sosok yang istimewa.

 

Comments

Popular posts from this blog

Kehidupan Bukan Pasar Malam Yang Menguras Mata dan Hati

Ruang Sempit di Pengujung Tahun 2020

Resensi Buku Secangkir Kopi Karya Emha Ainun Najib